Tahukah Anda mengenai firman Allah tentang anak yatim, “Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik,” (QS. Al-Baqarah : 220).

Muslim yang baik akan menyantuni anak yatim, menyayangi dan memelihara mereka. Semua itu dilakukan hanya untuk mengharap ridho Allah.

Mereka yang disebut anak yatim adalah anak yang ketika ditinggal wafat oleh sang ayah dalam keadaan belum baligh. Sebagaimana hadist yang disampaikan oleh Rasulullah Saw :

“Tidak lagi disebut yatim anak yang sudah bermimpi (baligh).” (HR. Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib).

Lalu apa saja keutamaan bagi orang-orang yang memelihara anak yatim? Berikut penjelasannya :

1. Bisa Dekat dengan Rasulullah ketika di Surga

Orang yang memelihara anak yatim, kelak di hari kiamat akan bisa berdekatan dengan Rasulullah Saw seperti dekatnya jari telunjuk dan jari tengah. Sebagaimana hadist yang beliau sampaikan :

“Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begin (kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit).” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).

2. Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga

Meskipun mungkin yang memelihara anak yatim tidak dapat menjadi teman Rasulullah di surga karena belum memenuhi persyaratan tertentu, namun ia akan tetap dijamin masuk surga.

Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

3. Mendapat Predikat Abror (Sholeh atau Taat Kepada Allah)

Orang yang menyantuni dan memberikan makan kepada anak yatim dan orang miskin termasuk ke dalam golongan orang yang sholeh.

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 5-6).

4. Mendapat Pertolongan Allah SWT

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).

5. Terhindar dari Siksa Akhirat

Memelihara anak yatim merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana Rasulullah Saw bersabda :

“Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR. Thabrani dari Abu Hurairah).

6. Merupakan Bekal Amal untuk Akhirat

Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW :

“Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

7. Mendapat Pahala Terbaik

Keutamaan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat). Rasulullah Saw bersabda :

“Siapa saja yang menyeru kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Mas’ud).

Sebagaimana kami dari Tahfidz Cilik yang merupakan lembaga di bawah Pesantren Qoiman Qurroul Qur’an pada beberapa kesempatan juga melakukan kegiatan berupa santunan anak yatim, berikut aktivitasnya bisa dilihat di Vidio Tahfidz Cilik