5. Jauhi sikap menunda-nunda

Allah tidak menyukai hambanya yang suka menunda-nunda terlebih menunda melaksanakan sholat jika sudah datang waktunya. Jadilah pribadi yang produktif, bermanfaat, dan mengundang cinta-Nya Allah.

6. Cepat, tapi bukan tergesa-gesa

Ketahuilah bahwa cepat itu bukan berarti terburu-buru atau tergesa-gesa. Namun tetap teliti dan melakukan dengan segera bukan berarti lambat. Kira-kira itulah yang diajarkan dalam hadist berikut.

“Karena sifat tergesa-gesa itu halnya berasal dari setan.”

( HR Anas bin Malik).

Kegesitan Rasulullah SAW, bukan artinya kita juga harus melakukan segala sesuatu dengan tergesa-gesa, sebab ketergesaan biasanya tak lepas dari kecerobohan.

Sala satu contohnya adalah ketika mendengar suara adzan, seharusnyna 5 menit sebelumnya kita sudah mempersiapkan diri mengambil wudhu untuk menuju ke masjid atau mushola. Jangan sampai waktu shalat sudah akan berakhir kita terburu-buru untuk melaksanakan shalat.  Sementara Allah dan Rasulullah berkali kali memperingatkan kita agar bersegera kepada amal shaleh dan menjauhi sikap menunda.

“Menunda-nunda melaksanakan kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezaliman”

(HR. Bukhari).

Untuk itu yuk mulai sekarang tekadkan diri untuk menjadi lebih baik dalam mengelola waktu.

Karena dalam Alquran sudah menjelaskan

“Bersegeralah kalian kepada ampunan Rabb kalian dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa”

(Ali Imran : 133).

7. Rutin melakukan evaluasi

“Orang yang berakal dan dapat mengendalikannya, seharusnya memiliki empat waktu : pertama waktu untuk bermunajat kepada Allah, kedua waktu untuk mengintrospeksi diri, ketiga waktu untuk memikirkan ciptaan Allah, keempat waktu untuk memenuhi kebutuhan jasmani dari minuman dan makanan.”

(HR. Ibnu Hibban).

Evaluasi disini artinya meneliti dan melihat kembali apa yang sudah kita lakukan sebelumnya, serta mencermati segala kekurangan dan kelemahan yang ada dalam diri kita sendiri. Tanpa melakukan evaluasi, kita tidak akan pernah menyadari kelemahan dan kekurangan pada diri kita, dan akibatnya kita akan terus melangkah dengan kesalahan yang sama.

Untuk itu Rasulullah SAW selalu menerapkan evaluasi dalam manajemen waktunya. Karena secepat apa pun kita, sebenci apa pun kita pada sikap menunda, sampai seproduktif apa pun kita terhadap melakukan sesuatu, tetap saja kita wajib mengevaluasi diri kita dari segala hal yang pernah kita lakukan sebelumnya.

Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang beruntung, dikarenakan ketika hidup di dunia bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hal-hal yang Allah ridhoi. Sehingga pada akhirnya kita mendapatkan rahmat Allah dan diizinkan masuk ke dalam Surga-Nya bersama hamba-hamba lain yang Allah cintai.