Sering kita mendengar 10 nama sahabat nabi yang dijamin masuk surga, sebagaimana disampaikan dalam suatu hadist yang diriwayatkan dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda :

Abu Bakar di surga, ‘Umar di surga, ‘Utsman di surga, ‘Ali di surga, Thalhah di surga, Az-Zubair di surga, ‘Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Sa’ad (bin Abi Waqqash) di surga, Sa’id (bin Zaid) di surga, Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah di surga.” (HR. Tirmidzi, no. 3747 dan Ahmad, 1:193. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).

Mereka semua memiliki peranan penting dalam perkembangan islam di jazirah Arab membersamai dakwah nabi. Dan 6 di antaranya termasuk sahabat yang kaya raya. Siapakah mereka?

1. Umar bin Khattab

Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok yang keras, tegas, namun begitu penyayang terhadap kaum dhuafa. Ketika Umar memimpin sebagai khalifah setelah wafatnya Abu Bakar As Shidiq, Kerajaan Persia dan Kerajaan Romawi Barat takluk di bawah kepemimpinan kaum muslimin. Namun, pola hidup Umar bin Khattab amatlah sederhana meskipun beliau seorang pemimpin negara. Sering kali beliau tidur hanya beralaskan pelepah kurma.

Dikutip dari Sindonews, pimpinan Majelis Taklim Wirausaha (MTW), Ustaz Valentino Dinsi, menyebut bahwa ketika Umar bin Khattab wafat, menurut catatan sejarah beliau meninggal dunia sebagai orang yang kaya raya.

“Kekayaan Umar bin Khattab radhiya Allahu anhu pada saat meninggal sebesar Rp11,2 triliun. (Data) itu dari Kitab al-Fiqh al-Iqtishadi Li Umar Ibn al-Khaththab, halaman 44 dan halaman 99. Itu dihitung dengan nilai konversi 1 dinar sama dengan Rp2,5 juta.”

2. Abdurrahman bin Auf

Beliau salah satu sahabat nabi kedelapan yang masuk islam, usianya 10 tahun lebih muda dari Rasulullah Saw. Beliau juga salah satu sahabat nabi yang tercatat mengikuti seluruh peperangan pada masa dakwah nabi.

Pada saat masa hijrah ke Madinah, beliau datang dengan tangan kosong. Kemudian beliau bertemu dengan salah satu sahabat nabi lain yang bernama Sa’ad.

Sa’ad menawarkan setengah dari harta miliknya untuk beliau, termasuk menceraikan salah satu dari dua orang istrinya untuk bisa dinikahi beliau. Namun beliau menolak halus dan penuh hormat sambil berkata, “Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu dengan istri dan hartamu. Cukup tunjukkan aku di mana pasar.”

Ketika terjun ke pasar, sedikit demi sedikit beliau mampu menghasilkan uang, dan setelah itu bisnisnya semakin berkembang

Ibn Katsir dalam al Bidayah wa an Nihayah, Juz 7, hal, 184 mengutip sumber lain menulis bahwa saat wafatnya, ‘Abdurrahman bin ‘Auf meninggalkan aset yang terdiri dari : 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3000 ekor kambing (di Baqi’). Jumlah itu ditambah harta yang diwariskan kepada empat istrinya berjumlah Rp 4,9 triliun. Jika dihitung, total nilai kekayaan Abdurrahman bin Auf saat wafat setara Rp 6,212 triliun.

3. Zubair bin Awwan

Nilai kekayaan beliau saat wafat sekitar Rp 3,5 triliun. Al-Bukhari dalam al Jami’ al Shahih, al Bukhariy, Juz 3, hal. 1137 memaparkan, Zubair wafat hanya meninggalkan kekayaan berupa aset tidak bergerak (tanah), di antaranya yang berada di Ghabah (wilayah di barat laut Madinah, sekitar 6 km dari Madinah), 11 (sebelas) rumah (besar/dar) di Madinah, 2 (dua) rumah di Bashrah, dan 1 (satu) rumah masing-masing di Kufah dan di Mesir.

Beliau mewasiatkan 1/3 dari total harta peninggalannya (tarikah) untuk para cucunya dan 2/3-nya dibagi-bagikan kepada ahli warisnya. Beliau memiliki empat orang istri di mana setiap istri mendapatkan waris senilai 1.200.000 Dirham (Shahih al Bukhari).

4. Utsman bin Affan

Utsman dikenal sebagai sahabat nabi yang dermawan, bahkan ia rela mengeluarkan hartanya yang tidak sedikit untuk membeli sumur milik orang yahudi demi kepentingan kaum muslimin yang pada masa itu sempat kekurangan air.

Nilai kekayaan Utsman bin Affan saat wafat sebesar Rp 2,5 triliun. Ibn Katsir dalam al Bidayah wa an Nihayah, Ibn Katsir, Juz 7, hal. 214 merinci kekayaan Utsman tersebut. Jumlahnya setara dengan Rp 2.532.942.750.000.

5. Thalhah bin Ubaidillah

Sedangkan harta kekayaan Thalhah bin Ubaidillah saat wafat setara Rp. 542 miliar. Sumber lain (ath Thabaqat al Kubra, Ibn Sa’d, Juz 3, hal. 222) mengutip bahwa jumlah seluruh kekayaan Thalhah (tunai dan non-tunai) saat wafat adalah 30.000.000 Dirham atau setara Rp 1,846 triliun.

6. Saad bin Abi Waqqash

Saad bin Abi Waqqash nilai kekayaannya saat wafat setara Rp 15,381 miliar.

Nilai tarikah atau harta warisnya seperti dikutip oleh Ibn Katsir dalam al Bidayah wa an Nihayah, Juz 8, hal. 84 sebesar 250.000 Dirham. Jika dirupiahkan, nilai ini setara dengan Rp 15.380.750.000.

Keenam sahabat Rasulullah SAW tersebut adalah para pebisnis dan dermawan ulung. Kekayaan yang dimilikinya luar biasa. Namun, mereka tetap menjalani hidup secara sederhana. Bahkan, harta tersebut dimanfaatkannya untuk kepentingan dakwah Islam dan amal ibadah mereka.

Satu kesamaan yang terdapat pada keenam sahabat nabi di atas adalah mereka sama-sama orang yang dermawan.

Lalu bagaimana dengan kita, haruskah menunggu kaya raya dulu baru bersedekah? Justru mereka bisa kaya raya karena rajin bersedekah.

Sedekah tak harus menunggu kaya, yuk salurkan sedekah kita untuk pengembangan dan keperluan santri penghafal qur’an di TahfidzCilik.com