Guru memegang peranan penting dalam mengarahkan masa depan para penerus generasi. Karenanya kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya dalam mengubah karakter anak-anak bangsa. Tanpa figur para guru, kemungkinan besar Indonesia tidak dapat menikmati hasil jerih payah seperti sekarang, mempunyai anak-anak bangsa yang cerdas penerus perjuangan bangsa Indonesia.

Pencapaian negeri kita tercinta ini tidak terlepas dari peran guru yang telah dengan sabar dan telaten memimbing anak muridnya menjadi manusia dewasa yang berkarakter dan berperan sangat aktif dalam pembangunan Indonesia. Namun di sisi lain perjuangan para guru yang telah melahirkan generasi-generasi penerus bangsa kurang mendapatkan apresiasi yang setimpal dari pemerintah, karena masih banyak para guru yang berjuang demi kesejahteraan diri dan keluarganya sendiri.

Apresiasi pemerintah yang ditujukkan kepada para guru pun dinilai masih rendah dibandingkan dengan jasa yang sudah mereke berikan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Guru adalah sebuah profesi yang mulia karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini ditentukan. Guru juga dianggap sebagai pahlawan pembangunan, karena di tangan mereka akan lahir pahlawan-pahlawan pembangunan yang kelak mengisi ruang-ruang publik di negeri ini. Guru yang ideal, bukan sekedar guru yang memenuhi syarat-syarat teknik seperti pintar, pandai, atau pakar di bidang ilmu yang dimiliki, melainkan yang jauh lebih penting dari itu semua, guru harus bisa menempatkan dirinya sebagai “agent of change“.

Seperti halnya para guru/ustadz di Pesantren 3Q Qoiman Qurroul Qur’an yang menjadi agen perubahan bagi para anak-anak yang tadinya polos belum tahu apa-apa, kemudian menjadikan mereka para hafidz/hafidzah yang insya allah hafal Al Qur’an. Membimbing mereka dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, siang dan malam mereka curahkan waktunya untuk memberikan ilmu di jalan Allah yaitu ilmu Al Qur’an.

Dengan ilmu yang diberikan oleh para guru, menjadikan murid memiliki kedudukan derajat yang tinggi di mata Allah Swt sebagaimana dalam firman Allah :

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mujadalah 11).

Murid atau santri yang berkualitas lahir dari para guru yang berkualitas. Sudah sepatutnya kita sebagai orang tua memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak dengan menempatkan mereka di tempat-tempat pendidikan atau pesantren dengan guru-guru yang berkualitas di bidangnya.

Oleh karenanya, para ustadz di Pesantren Qoiman Qurroul Qur’an adalah mereka yang benar-benar memiliki komptensi di bidang yang mereka kuasai.

Yuk, kenalan lebih lanjut dengan para guru/ustadz dari Pesantren Qoiman Qurroul Qur’an.

  1. Guru Tahfidz
  • Riswan Pulungan, SQ, S.HI (Imam Masjid Kuba Emas, Imam Masjid Raya Cinere)
  • Rahmat Hidayat Batubara, MA. BA (Tim Hafidz Ponpes Khodijah Jakarta, Dosen Ahli Bahasa Arab)

 

  1. Guru Tahsin
  • Muhammad Munir, SQ, S.Sy (Ketua Tahsinul Quran wal Qiraat Jakarta, Waketum Rumah Tahfidz Indonesia)

 

  1. Guru Murottal
  • H. Ahmad Muhasyim, SQ, MA (Imam Masjid Istiqlal, Dosen Ahli Tajwid dan Qiraat PTIQ Jakarta)
  • Muhammad Aidil Haq, SQ, S.HI (Qori Internasional, Imam Masjid Pondok Indah PIM)

 

Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2019, terima kasih atas ilmu yang kalian berikan. Semoga Allah membalas kebaikan ilmu yang sudah kalian berikan pada kami para muridmu.