Tahukah kamu bahwa seluruh umat muslim di dunia menjalankan ibadah puasa dengan waktu yang berbeda-beda. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi para muslim. Durasi jam puasa di Indonesia, tentunya berbeda dengan berbagai negara di belahan dunia lainnya. Hal tersebut dikarenakan letak geografis yang berbeda pula. Di Indonesia sendiri kita berpuasa dalam waktu sekitar 12-13 jam dalam sehari. Namun, ada negara yang berpuasa hingga selama 23 jam dalam sehari.

Berikut beberapa negara yang memiliki waktu durasi puasa dari waktu yang paling lama.

  1. Finlandia : 23 Jam

Finlandia adalah negara yang memiliki durasi waktu terlama di dunia. Menurut penuturan beberapa orang yang pernah tinggal di sana, salah satu negara di Eropa ini memiliki durasi puasa sampai dengan 23 jam. Penduduk di sana bisa memulai puasa pada pukul 01.00 dan jam buka bisa dimulai dari pukul 00.00. Luar biasa kuasa Allah, mampu menguatkan manusia muslim di belahan bumi ini untuk berbuka puasa sekaligus sahur hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam.

  1. Islandia : 22 jam

Di Islandia, umat Islam sudah harus menyelesaikan makan sahur pada pukul 02.00 dan berbuka puasa pada pukul 00.00 di malam berikutnya. Jadi waktu mereka berpuasa adalah 22 jam sehari.

  1. Greenland : 21 jam

Di negara ini, umat muslim akan menahan lapar dan haus selama kurang lebih 21 jam. Jadi, hanya tersedia waktu 3 jam untuk berbuka dan sahur. Lagi-lagi yang menguatkan mereka hanyalah keimanan kepada Allah Swt.

  1. Swedia : 20 jam

Warga muslim di Swedia mencapai 500.000 jiwa. Apabila warga Islandia masih bisa merasakan hawa dingin saat berpuasa, lain halnya dengan penduduk Swedia, ternyata mereka menjalankan ibadah puasa yang jatuh pada musim panas. Cobaan luar biasa yang dihadapi muslim Swedia ketika bulan ramadhan tiba.

  1. Alaska : 19,45 jam

Alaska ternyata merupakan negara dengan durasi puasa yang cukup unik. Negara bagian Amerika Serikat ini memiliki sekitar 3000 umat islam yang mayoritas tinggal di daerah Achorage. Banyak yang berpendapat bahwa muslim Alaska sebenarnya harus menjalankan puasa selama sekitar 19 jam, namun sebagian penduduk memilih berkiblat pada waktu Arab Saudi dalam menjalankannya. Ada pula yang berkata bahwa saat usim panas tiba, muslim Alaska harus menjalankan puasanya sekitar 19-20 jam. Namun bila musim dingin tiba, waktu puasa mereka jadi berubah 5 jam per harinya. Maha Kuasa Allah atas segala waktu yang diciptakan.

  1. Jerman, Belarus, Belanda, Rusia : 19 jam

Negara Eropa lain yang juga masuk dalam daftar memiliki durasi puasa cukup panjang adalah Jerman, Belarus, Belanda, dan Rusia. Muslim di negara ini kabarnya berpuasa mulai dari sekitar jam 03.30 sampai dengan jam 22.00, dengan total lebih kurang 19 jam.

  1. Inggris, Norwegia, Belgia : 18 jam

Saat bulan puasa tiba, jutaan muslim tersebut harus menjalani puasa dalam rentang waktu lebih kurang 18 sampai dengan 19 jam per harinya. Masyarakat muslim di sana mulai berpuasa sejak pukul 02.30 dan baru berbuka pada pukul 21.30.

  1. Kanada, Turki, Prancis : 17 jam

Waktu siang di tiga negara ini berlangsung selama lebih kurang 17 jam, hal ini sangat mempengaruhi waktu berbuka ummat muslim yang sedang berpuasa di sana. Para Muslim di negara ini akan mengakhiri makan sahur pada pukul 02.45 dini hari. Waktu berbuka puasa di negara ini akan tiba pada sekitar pukul 19.45.

  1. Amerika Serikat : 16 jam

Umat Islam yang tinggal di negeri Paman Sam ini, mulai berpuasa sejak jam 03.00 dini hari dan akan berbuka puasa pada jam 20.00 waktu setempat. Jika dihitung, mereka akan menahan lapar dan haus selama lebih kurang 16 jam lamanya.

  1. Jepang : 15 jam

Mereka yang berpuasa di Jepang, harus menahan lapar dan dahaga selama lebih kurang 15 jam. Muslim yang tinggal di negara matahari terbit ini, akan memulai puasa sejak pukul 03.11 dan berbuka puasa pada pukul 18.47 waktu setempat.

Maha Besar Allah atas segala ciptaan-Nya, mengatur waktu sedemikian rupa, menjadikan perbedaan sebagai rahmat tiada tara, menguatkan ummat muslim di seluruh belahan bumi ketika bulan suci ramadhan tiba. Hanya keimanan yang mampu membuat mereka bertahan. Lalu masih pantaskah kita ummat muslim di Indonesia yang mengeluhkan akan lamanya waktu berpuasa?