Kamis 14 Januari 2021, kita kehilangan sosok mulia pejuang Al Qur’an asal Madinah yaitu Syekh Ali Jaber. Betapa terkejutnya ketika mendengar beliau wafat. Pria asal Madinah tersebut tinggal di Indonesia dari 2008, sejak saat itu tak hentinya beliau berjuang membumikan Al Qur’an ke berbagai pelosok negeri.

Cita-cita mulianya ialah ingin mencetak 1 juta penghafal Al Qur’an di Indonesia. Semoga sepeninggal Syekh Ali, akan lebih banyak lagi jiwa yang bersemangat untuk mewujudkan impian beliau. Agar kami yang masih hidup di dunia bisa menjadi ahlul Qur’an dan kelak di akhirat dapat berjumpa dengan Syekh Ali Jaber.

Sosok teladan hadiah dari Allah asal Madinah untuk bangsa ini, kini telah tiada. Akhlaknya menunjukkan betapa beliau selalu berusaha meniru Baginda Rasul Muhammad Saw dari segala sisi. Salah satunya ialah sifat dermawan beliau yang sempat menjadi sorotan beberapa waktu lalu, yaitu ketika ada seorang pemulung yang sedang membaca Al Qur’an di pinggiran Kota Bandung, dijadikannya anak angkat sekaligus santrinya serta memberinya hadiah umroh, ulasan lengkapnya ada di sini.

Kepergiannya justru membuat kami makin terasa akan nasihat-nasihat yang sudah pernah Syekh Ali Jaber sampaikan. Beliau bertutur bahwa kita hidup jangan jauh-jauh dari Al Qur’an, karena orang yang dekat dengan Al Qur’an hidupnya akan mulia, selalu diberi kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan, serta terjaminnya kebahagiaan.

Kebaikan-kebaikan beliau semasa hidup, justru sangat terasa ketika dirinya sudah tiada. Berbagai ceramah Syekh Ali di berbagai sosial media, menjadi pelajaran tersendiri bagi kami untuk menikmati tetes demi tetes ilmu yang beliau sampaikan. Semoga semua itu menjadi amal jariyah untuknya.

Beliau selalu mengingatkan bahwa orang yang besama Al Qur’an di dunia, tidak akan pernah merasa rugi, berkah rezekinya, berkah usianya, dan terjamin kebahagiannya.

Allah hanya minta kepada kita ketika di dunia untuk terus bersama Al Qur’an. Karena Al Qur’an akan membimbing kita ketika sakaratul maut, di alam kubur Al Qur’an akan menemani kita sebagaimana kita berteman dengan Al Qur’an semasa hidup di dunia, menemani ketika dibangkitkan dari kubur, memberatkan timbangan amal ketika dihisab. Al Qur’an juga yang dengan izin Allah kelak di hari kiamat bisa menjadi saksi dan memberikan syafaat untuk kita para pembacanya, menemani ketika melewati jemabatan shirotol mustaqim, bahkan akan menemani kita hingga di surga kelak.

Sebagaimana hadis yang disampaikan oleh Rasulullah :

Dikatakan kepada penghafal Alquran : “Bacalah, naiklah dan baca secara tartil. Seperti engkau membaca tartil di dunia. Karena kedudukanmu berada di akhir ayat yang engkau baca.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi dari Amr bin Ash)

Perjuangan kami di sini mendidik para santri menjadi penghafal Al Qur’an, semoga bisa menjadi sumbangsih untuk berperan mencetak 1 juta pengahfal Al Qur’an seperti yang dicita-citakan oleh Syekh Ali Jaber.

Rasa terima kasih kepada para donatur selalu kami sampaikan atas segala kebaikan dan kedermawanannya sehingga pesantren Kampoeng Tahfidz Cilik ini bisa berjalan dan terus berkembang. Yuk, cetak generasi-generasi Qur’ani bersama kami. Untuk info pendaftaran santri baru silahkan download brosur di sini.