Pernahkah kita mengalami kehilangan uang, kecopetan, atau uang habis begitu saja tidak jelas kemana arahnya?

Jika sudah seperti itu, biasanya kita menyalahkan keadaan atau orang lain yang menurut kita melakukan kelalaian.

Tidakkah terpikirkan oleh kita untuk introspeksi diri, mungkin kita yang kurang sedekah, ada hak orang lain di dalam harta kita, atau mungkin karena banyaknya dosa kita.

Ingatkah sebuah yang menjelaskan bahwa orang yang bersedekah di pagi hari akan mengalami keberuntungan dan diodakan malaikat sedangkan yang tidak akan mengalami kebangkrutan?

“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak.” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah.” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010)

Bisa jadi kejadian seperti kehilangan uang atau musibah lainnya yang kita alami, karena niat kita yang tadinya mau bersedekah namun dibatalkan.

Sudah berniat mau sedekah ke si fulan dalam jumlah sekian, namun tergoda rayuan setan agar tidak jadi menyedekahkan uang tersebut. Dan yang terjadi malah uang kita habis tidak jelas kemana arahnya.

Begitulah manusia sering kali menganggap kalau sedekah yang diberikan akan mengurangi hartanya. Secara matematis memang terlihat demikian, tapi lain halnya dengan matematika Allah.

Padahal sejatinya akal manusia terbatas, kejadian-kejadian di dunia ini tidak bisa semuanya diperhitungkan dengan logika. Allah sendiri yang menegaskan beberapa keutamaan sedekah. Allah pula yang menjamiin bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah.

Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam dalam kitab Taudhih al-Ahkam min Bulugh al-Maram, menjelaskan, ada tiga makna harta tidak berkurang karena sedekah. 

Pertama, Allah menumbuhkan atau mengembangkan, membersihkan atau menyucikan, dan memberkahi harta tersebut.

Kedua, pahala dari Allah yang dihasilkan karena sedekah itu menutupi berkurangnya nilai fisik harta.

Ketiga, Allah menggantinya dengan yang sepadan dengan harta yang berkurang itu, bahkan Dia menukarnya dengan yang lebih banyak.

Beberapa ayat Al Qur’an menegaskan tidak berkurangnya harta karena disedekahkan. Justru, harta itu secara kasat mata malah bertambah. Bisa saja pada saat itu juga atau lain waktu, atau bisa juga diganti dalam bentuk lain seperti kesehatan, kelapangan rezeki, kemudahan dalam segala urusan, dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Dengan kata lain, Allah membalas sedekah yang dikeluarkan seseorang bukan dengan benda yang sejenis, tetapi bisa jadi ditukar dengan yang lebih baik dan lebih banyak.

Allah berfirman, “Dan, harta apa saja yang kamu sedekahkan, maka Allah akan menggantinya; Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ [34]: 39).

Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir al-Qur’an al-Azhim-nya menjelaskan, apa saja yang kita sedekahkan, baik itu karena diperintahkan oleh Allah untuk dilaksanakan (wajib) seperti zakat maupun dibolehkan seperti sedekah sunah, maka Allah akan memberinya ganti di dunia dan di akhirat dengan ganjaran dan pahala.

Allah tegaskan lagi, “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menyedekahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS al-Baqarah [2]: 245).

Yuk, bersedekah. Bisa juga bersedekah untuk para santri Penghafal Al Qur’an. Agar kita tidak mengalami kebangkrutan baik di dunia maupun di akhirat. Dan semoga menjadi pahala jariyah yang mengalir untuk kita semua.

Amin.