Ternyata ada 3 waktu dan tempat yang Rasulullah Saw gunakan ketika memberikan nasihat kepada anak. Dan ini terbukti efektif untuk membangun pola pikir, mengarahkan perilaku, dan menumbuhkan akhlak yang baik pada diri anak. Yaitu saat dalam perjalanan, ketika makan, dan pada saat anak sedang sakit.

Orang tua pun harus banyak belajar sehingga mereka mengetahui dan bisa memahami bahwa memilih waktu yang tepat untuk memberikan nasihat pada anak dapat memberikan pengaruh yang cukup siginifkan bagi diri anak.

Memberikan nasihat di waktu dan situasi yang tepat, bisa meringankan tugas orang tua dalam mendidik anak loh. Orang tua tidak perlu capek-capek berulang kali menasihati anak-anak karena melakukan kesalahan yang kerap diulangi.

1. Memberi nasihat kepada anak ketika dalam perjalanan

Menurut penelitian, memberikan nasihat ketika dalam perjalanan dalam alam terbuka menjadikan jiwa sang anak siap menerima apa yang didengarnya. Karena pada saat itu hati mereka sedang dalam keadaan bahagia sehingga mudah menerima hal-hal yang masuk.

dari Ibnu Abbas RA: “Nabi Muhammad diberi hadiah seekor bagal oleh Kisra. Beliau menungganginya dengan tali kekang dari serabut. Beliau memboncengkanku di belakangnya. Kemudian, beliau berjalan. Tidak berapa lama, beliau menoleh dan memanggil, ‘Hai anak kecil.’ Aku jawab, ‘Labbaika, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Jagalah agama Allah, niscaya Dia menjagamu…’”   

Bahkan Rasulullah menyampaikan suatu rahasia kepada seorang anak di tengah perjalanan agar dia mengingatnya. Hal ini tidak lain karena besarnya penerimaan si anak pada waktu-waktu tersebut.   

Diriwayatkan Imam Muslim dari Abdullah bin Ja’far RA. “Rasulullah SAW pada suatu hari memboncengkanku di belakang beliau. Kemudian, beliau menyampaikan suatu rahasia kepadaku yang tidak pernah aku ungkapkan kepada seorang pun. Rasulullah SAW paling suka memakai penutup ketika beliau buang air dengan gundukan tanah atau gerumbul pohon kurma.”

2. Memberi nasihat kepada anak ketika sedang makan bersama

Tentang memberikan pengarahan atau nasihat pada saat waktu makan, karena pada waktu waktu ini seorang anak selalu berusaha untuk tampil apa adanya. Karena itulah, terkadang dia melakukan perbuatan yang tidak layak atau tidak sesuai dengan adab sopan santun di meja makan. Apabila kedua orang tuanya tidak duduk bersamanya selama makan dan meluruskan kesalahan-kesalahannya, tentu si anak akan terus melakukan kesalahan tersebut.

Jangan sampai orang tua kehilangan momen duduk bersama untuk makan bersama anak. Itu berarti mereka kehilangan kesempatan berharga untuk memberikan nasihat kepada anak-anaknya.

Ketika Nabi Muhammad SAW makan bersama anak-anak, beliau memperhatikan dan mencermati sejumlah kesalahan. Kemudian, beliau memberi pengarahan dengan metode yang dapat mempengaruhi akal dan meluruskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Demikian yang terjadi. 

Diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah RA, dia berkata, “Aku masih anak-anak ketika berada dalam pengawasan Rasulullah. Tanganku bergerak ke sana-kemari di nampan makanan. Rasulullah bersabda kepada anak kecil, ‘ Ucapkanlah basmalah, makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah apa yang ada di hadapanmu.’ Sejak itu begitulah caraku makan.” 

Dalam riwayat Abu Dawud at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya disebutkan dengan lafal. “Mendekatlah wahai anakku ccapkanlah basmalah. Makanlah dengan tangan kanan dan makanlah apa yang ada di hadapanmu.” 

Nabi sering kali mengajak anak-anak makan bersamanya. Hal itu dilakukan dengan segenap kelembutan “mendekatlah”. Setelah itu, beliau memberi pengarahan tentang cara dan adab makan.

3. Memberikan nasihat ketika anak sedang sakit

Sebetulnya tidak hanya anak-anak yang dapat diberikan nasihat ketika dalam keadaan sakit, metode ini pun cukup efektif diberikan kepada orang dewasa yang keras hatinya.

Ada dua keutamaan di dalamnya yaitu keutamaan fitrah anak dan keutamaan lunaknya hati ketika sakit. 

Diriwayatkan Bukhari dari Anas RA, dia berkata, ”Seorang anak Yahudi yang menjadi pelayan Nabi SAW sakit. Nabi SAW datang menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya dan bersabda kepadanya. ‘Masuk Islamlah engkau.’ Dia melihat ke arah bapaknya yang saat itu juga berada di sana. Si bapak berkata, ‘Turutilah Abul Qasim.’ Maka dia pun masuk Islam. Nabi SAW pergi sambil berdoa. ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan dari api neraka.'”

Yuk, mulai sekarang berikan nasihat kepada anak pada waktu dan situasi yang tepat, agar nasihat yang kita berikan masuk ke dalam hati mereka. Harapannya anak-anak mau mendengar dan melakukan seperti apa yang kita arahkan. Tentunya semua dilakukan dengan kelemah lembutan. Semoga Allah selalu memberikan bimbingan dan taufik-Nya kepada kita para orang tua untuk bisa menjaga dan membimbing amanah yang Allah berikan.