Ada seseorang bertanya kepada seorang Syeikh, “Apakah jubah dan mahkota kemuliaan itu diberikan hanya kepada orang tua yang anaknya sudah Hafal Qur’an 30 juz?”

Beliau menjawab, “Saudaraku, Allah akan memberikan jubah dan mahkota kemuliaan kepada orang tua yang anaknya adalah Penghafal Al Qur’an bukan yang Hafal Qur’an.”

Apa bedanya Penghafal Al Qur’an dengan yang Hafal Qur’an?

Kalau orientasinya hanya sekedar hafal Qur’an saja, banyak di luaran sana orang yang hafal Qur’an tapi Akhlaknya tidak sesuai dengan Alqur’an. Namun banyak pula di luaran sana yang bukan muslim seperti seorang misionaris dan mereka juga hafal al Qur’an.

Oleh karenanya jangan hanya sekedar menjadi orang yang hafal Al Qur’an, tapi jadilah Penghafal Al-Qur’an.

Penghafal Al Qur’an adalah seseorang yg menikmati prosesnya menghafalnya dan senantiasa berusaha agar Al Qur’an ini terus membersamainya hingga ajal menjelang.

Mereka para Penghafal Al Qur’an terus membacanya, mentadabburinya, menghafalkannya, dan mengamalkannya.

Urusan akhirnya Allah karuniakan hafal 1 juz, 10 juz, 20 juz, atau 30 juz seluruhnya, itu adalah hadiah dari Allah.

Yang paling penting adalah para penghafal Qur’an semuanya sama-sama mendapatkan kemuliaan di sisi Allah, yaitu bisa memberikan hadiah terbaik kepada kedua orang tuanya yaitu Jubah dan Mahkota kemuliaan, berapapun jumlah hafalannya. Karena orientasi mereka adalah prosesnya dan niat menghafal semata-mata untuk mencari ridho Allah Swt

Jadi Anda dan anak Anda ingin hafal Qur’an atau menjadi penghafal AlQur’an?

Semoga Allah memudahkan kita dalam menjalani kehidupan bersama dengan al Qur’an.

Perbaiki niat kita dalam menghafal, insya Allah akan diperbaiki pula kualitas diri kita bersama Al Qur’an.