Ingin hidup kita berkah? Luangkanlah waktu untuk senantiasa bersama Al Qur’an.

Karena Al Qur’an menjanjikan jutaan keberkahan bagi mereka yang mau bersahabat dengannya yaitu dengan mempelajari, menghafal, dan mengamalkan isi kandungannya. Allah SWT menjanjikan dalam firman-Nya, “Dan kami menurunkan Alquran sebagai penawar dan rahmat (keberkahan) untuk orang-orang yang mukmin.” (QS al-Isra [17]: 82).

Cukup banyak sudah yang merasakan keberkahan dari Al Qur’an, seperti kisah seorang gadis bernama Syayma Karimah. Keberkahan hidupnya karena hadiah dari Allah melalui Al Qur’an yang dihafalkannya. Ia mampu menghafal Al Qur’an satu juz setiap hari di tengah aktifitasnya yang cukup padat.

Syayma Karimah merupakan penerima beasiswa Aktivis Nusantara Dompet Dhuafa (DD) dan dalam data yang dikumpulkan pada penelitiannya, ia menuturkan bahwa ada korelasi menghafal Al Qur’an dengan kecerdasan intelektual seseorang yang ternyata berbanding lurus. Semakin banyak ayat-ayat Al Qur’an yang dihafal oleh seseorang, akan semakin meningkat pula kecerdasan orang tersebut.

Ia mengalami sendiri, Al Qur’an sangat membantunya dalam menghafal pelajaran. “Misalkan besok ada ujian akhir sekolah, saya juga belajar seperti teman-teman yang lain, cuma waktunya jauh lebih sedikit. Karena waktunya saya jadikan untuk menghafal Al Qur’an. Tetapi, yang saya rasakan, memang waktu saya belajar lebih sedikit, tapi speed saya dalam menyerap ilmu itu terasa banget cepatnya. Sekali baca bisa paham dan hafal,” jelasnya.

Dengan banyak menghafal Al Qur’an juga menjadikannya merasa lebih matang dalam menghadapi berbagai macam persoalan hidup. Sebagaimana dalam firman Allah SWT, “Ingatlah, hanya dengan berzikir (mengingati) Allahlah hati menjadi tenteram.” (QS ar-Ra’d [13]: 28).

Bentuk zikir yang paling utama menurut para ulama adalah membaca Al Qur’an. Jadi, Al Qur’an memberikan ketenangan hati bagi pembacanya. Pembaca Al Qur’an menjadi lebih tenang dan berhati jernih ketika menghadapi masalah.

Seperti yang Syayma rasakan ketika mendengar ibundannya divonis terkena stroke dan harus dirawat di rumah sakit. Menurut dokter, sang ibu harus dirawat kurang lebih selama satu bulan. Namun Syayma berkeyakinan bahwa akan ada keajaiban di balik itu jika Allah sudah berkehendak. Setiap hari ia menemani ibunya di rumah sakit dan memperdengarkan murottal Al Qur’an 24 jam non stop sambil menghafalkannya. Alhamdulillah lagi-lagi dengan keberkahan Al Qur’an, sang ibu hanya dirawat di rumah sakit selama seminggu.

Demikianlah Al Qur’an menjanjikan obat bagi orang yang banyak berinteraksi dengannya. Firman Allah SWT, ” Al Qur’an itu petunjuk dan penawar (obat) bagi orang-orang mukmin.” (QS al-Fusilat [41]: 44).

Tekad Syayma, hafal Al Qur’an adalah suatu kemestian bagi orang yang menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia mengkhatamkan Al Qur’an di sela-sela kesibukannya.

Pukul 12 malam ia bangun hingga Subuh untuk menghafal setengah juz. Siang hingga malam ia menghafal lagi setengah juz. Setiap satu juz ia setorkan hafalannya hingga khatam Al Qur’an 30 juz. Tak jarang ia hanya bisa istirahat satu jam demi menghafal Al Qur’an.

Begitu banyak keberkahan yang dirasakan seseorang yang menghafal Al Qur’an. Masihkah kita meragukan semua itu? Yuk terus perbaiki diri, tekadkan hati untuk menghafal Al Qur’an selama kita masih hidup di dunia untuk bekal di akhirat kelak.