Pakar sejarah islam Ustaz Budi Ashari dalam salah satu tausiahnya menjelaskan bahwa urusan tidur dalam Islam bukan hal yang sepele. Karena yang mengatur polanya adalah langsung dari wahyu (Al-Qur’an). Al-Qur’an tidak pernah mengajarkan hal sepele. Al-Qur’an berbicara hal besar.

Sering kali di zaman sekarang banyak manusia yang mengabaikan waktau istirahat untuk dirinya sendiri. Padahal waktu tidur yang kacau menjadi awal dari dampak kesehatan yang tidak baik.

Banyak di antara kita yang abai memberikan hak kepada badannya untuk beristirahat. Ketika setiap bagian tubuh kita tidak mendapatkan haknya, maka wajarlah berbagai penyakit tak segan untuk menghinggapi tubuh.

Rasulullah sendiri sudah mencontohkan pola tidur yang terbukti memberikan dampak kesehatan yang baik bagi manusia. Hal tersebut terbukti bahwa beliau adalah orang yang paling sehat di dunia.

Waktu tidur juga sudah Allah jelaskan dalam AL Qur’an

 

يَآأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ الَّيْلَ إِلاَّ قَلِيلاً (2) نِّصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً (3) أَوْزِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلاً (4)

 

Hai orang yang berselimut (Muhammad), (QS. 73:1)

bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (QS. 73:2)

(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, (QS. 73:3)

atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (QS. 73:4)

 

Selama hidupnya Rasulullah tidur dalam waktu yang cukup, tidak kurang dan tidak berlebihan. Kapan saja waktu tidur Rasululah ?

  1. Tidur pertama Rasulullah adalah selepas waktu isya dan beliau bangun pada pertengahan malam, kalau ukuran waktu di Indonesia setelah pukul 00.00 malam. Kemudian beliau melakukan qiyamu lail dilanjutkan dengan membaca Al Qur’an dengan tartil. Setelah itu beliau juga melakukan aktivitas lain hingga menjelang waktu fajar.
  1. Waktu tidur kedua Rasulullah adalah sekitar 15 menit sebelum subuh yakni pada adzan pertama. Di madinah ketika menjelang waktu subuh, adzan dilakukan dua kali. Adzan pertama dilakukan untuk mengingatkan orang-orang yang sudah bangun untuk qiyamu lail agar tidur kembali sebelum waktu subuh. Pada saat itu Rasulullah tidur dan kembali terbangun ketika adzan kedua yang menandakan waktu sholat subuh telah tiba. Ba’da sholat subuh beliau beraktivitas seperti dzikir dan membaca al Qur’an bersama para sahabat. Dan dilanjut aktivitas lain hingga siang hari menjelang waktu dzuhur.
  1. Dan tidur ketiga Rasulullah adalah pada saat siang hari kurang lebih 30 menit menjelang waktu adzan dzuhur. Pada saat itulah beliau tidur kembali, disebut juga tidur qoilullah yang artinya sedikit karena tidur yang dilakukan hanya sebentar. Ketika adzan dzuhur berkumandang, beliau bangun kembali untuk melakukan sholat dzuhur.

Sadarkah kita selama ini sudah melenceng jauh dari pola tidur yang hidup yang Rasulullah ajarkan?

Ustadz Budi Ashari menjelaskan bahwa ketika nabi sudah bangun di tengah malam, kita ummatnya baru mau tidur. Dan ketika nabi tidur, kita ummatnya masih banyak yang terjaga. Oleh karenanya kita tidak pernah sejalan dengan nabi.

Tidur yang cukup dan berkualitas dapat menunjang kesehatan hidup dan produktivitas seseorang. Orang yang waktu istirahatnya cukup, akan lebih kreatif dibandingkan mereka yang kurang istirahat.

Bahkan anggapan waktu tidur sehat selama 8 jam dipatahkan oleh Daniel F Kripke, seorang ahli psikiatri dari Universitas California. Dalam penelitiannya, ia menyimpulkan orang yang tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian lebih cepat dibandingkan dengan orang yang tidur 6-7 jam sehari.

Dikutip juga dari buku Psikologi Edisi 9 Jilid 1 terbitan Erlangga, penelitian kedokteran terbaru menyatakan bangun di sepertiga malam yang diikuti sholat Tahajud dapat memperbaiki kekebalan tubuh seseorang. Kebiasaan tersebut bahkan bisa melatih kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan irama sirkadian.

Sholat Tahajud yang dilakukan dengan tulus, khusyuk, dan dilakukan secara kontinyu dapat membuat kadar kortisol dan reseptor antagonis dalam tubuh menjadi normal. Selain itu, amalan ini dapat membuat seseorang terhidar dari stress bahkan membantu tekanan darah menjadi stabil.

Yuk, mulai sekarang kita ikuti pola cara tidur nabi, insya allah selain mendapatkan pahala karena menjalankan sunnah beliau, hidup kita akan lebih sehat jasmani ruhani dan produktif.