Tiada ajaran seindah agama ini, islam yang rahmatin lil a’lamin. Yang mengatur segalal lini kehidupan kita dari hal terbesar hingga yang kecil sekalipun. Dimana aturan di dalamnya terkandung banyak hikmah luar biasa yang menjadi keberuntungan sendiri bagi umat islam yang melaksanakannya.

Salah satu contohnya adalah berwudhu. Mengapa Allah syariatkan perkara wudhu untuk kita? Ada apa hikmah dibalik wudhu?

Lima kali dalam sehari kita diwajibkan melaksanakan sholat 5 waktu. Dan tidak sah ibadah sholat seorang muslim tanpa didahului dengan bersuci yaitu wudhu. Selain untuk membersihkan diri, di setiap doa pada gerakan wudhu membuat dosa-dosa kita berguguran bersamaan dengan setiap tetes air yang jatuh.  

Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah Saw, ”Jika seorang Mukmin berwudhu (dengan membasuh mulut, hidung, muka, tangan, kepala, telinga, dan kakinya), keluarlah dosa dan kesalahannya dari mulut, hidung, muka, tangan (sampai dari ujung jari-jarinya), kepala, telinga, dan kakinya (sampai dari ujung jari-jari kakinya).” (HR Malik, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

Tidak hanya dosa-dosa yang berguguran ketika kita berwudhu, hikmah lain yang juga merupakan bonus dari Allah untuk kita adalah kesehatan tubuh yang terjaga.

Orang yang rajin berwudhu dengan benar kesehatan badannya akan tetap terjaga.

Prof Dr. Jemieson, seorang pakar kesehatan dari Jerman mengatakan bahwa meuncuci badan dan mandi sangat menguntungkan, bukan saja untuk membersihkan tetapi juga menguatkan kulit dan menyegarkan badan serta merangsang alat-alat pencernaan dalam pertukaran-pertukaran zat di dalam tubuh.

Menguatkan kulit sangatlah penting, karena dapat menghindarkan sejumlah penyakit seperti salesma atau pilek, radang kerongkongan, batuk, radang paru-paru, radang selaput paru-paru, TBC dan lain sebagainya.

Satu-satunya cara untuk menguatkan kulit setiap hari adalah membasahi atau membasuh kulit badan dengan air dingin, dalam islam jelas itu dilakukan dengan berwudhu.

Jelas kiranya betapa pentingnya pemeliharaan badan. Dengan melakukan wudlu dan mandi, kesehatan badan kita akan tetap terpelihara.

Bersyurklah kita yang mendapat iman dan ilmu dalam islam, menuntun tata cara kehidupan kita dengan detail dalam urusan dunia hingga akhirat.

Tidak hanya berwudhu, bahkan menjaga wudhu tetap harus kita lakukan. Dalam artian ketika ada yang menyebabkan batalnya wudhu, maka kita harus kembali berwudhu dengan sempurna.

Terlebih seorang penghafal Al Qur’an yang harus tetap menjaga wudhu agar proses menghafalnya mudah. Sebagaimana yang dilakukan oleh para santri cilik penghafal Al Qur’an di Pesantren Tahfidz Cilik, mereka dianjurkan agar selalu menjaga wudhu setiap saat demi lancarnya hafalan mereka. Semoga Allah mudahkan mereka dalam memperjuangkand dan menjaga Al Qur’an. Amin.