Orang tua yang diamanahi anak-anak oleh Allah Swt sudah sepatutnya mendidik mereka sesuai yang Rasulullah Saw ajarkan. Bukan hanya sekedar memberi mereka makan dan minum, namun ada aspek pendidikan lainnya yang juga harus mereka penuhi kepada anak, terutama mengenai pendidikan pola asuh yang baik dan benar.

Sebab, masa depan mereka sebagiannya bergantung pada pola asuh yang diberikan oleh kedua orang tuanya.

Pola asuh yang keliru dapat mempengaruhi mental anak. Bisa saja anak akan memberontak kepada ajaran orang tua yang telalu memaksakan kehendak pada anak tanpa mengajak diskusi terlebih dahulu.

Namun,  jika selalu menuruti kemauan anak juga bukan hal yang baik. Tanpa disadari hal tersebut dapat membuat anak menjadi manja. Mereka akan malas berusaha dan selalu bergantung pada orang tuanya ketika besar nanti.

Menurut psikolog Amy Morin, LCSW, masyarakat modern saat ini menawarkan keuntungan yang membuat pengasuhan anak terasa lebih mudah. Tetapi pada saat yang sama, era digital sebenarnya bisa membuat orang tua lebih sulit untuk membesarkan anak-anak, terutama untuk mengatasi tantangan kedewasaan.

Betapa islam sudah sangat detail membahas dalam mengatur pola asuh anak, mana yang harus diajarkan terlebih dahulu.

Di dalam Islam sendiri, pendidikan usia dini merupakan pijakan pertama bagi manusia untuk dapat menentukan langkah awal hidupnya. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis shahih:

“Setiap bayi yang terlahir dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam) maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi” (H.R Bukhari).

Mengutip jurnal penelitian STAIN Kudus yang berjudul Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Sejak Dini Di Lingkungan Keluarga (2017), terdapat poin-poin mendidik yang diajarkan dalam Islam, antara lain:

1. Ajarkan Tauhid

Tauhid adalah landasan Islam yang paling penting. Ditanamkan pertama kali kepada jiwa anak-anak sebelum mereka diajarkan hal-hal lainnya. Oleh sebab itu, mengajarkan pendidikan tauhid pada anak merupakan kewajiban yang mutlak dan paling utama.

Sebagaimana Luqman telah mengajarkan tauhid kepada anaknya yang disebutkan dalam Al Qur’an surat Luqman ayat 13. Allah SWT berfirman :

 

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

Artinya:

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

 

2. Ajarkan Adab dan Akhlak

Pendidikan dalam keluarga merupakan madrasah pertama dan utama bagi perkembangan anak.

Keluarga merupakan tempat pertama dalam memperoleh sesuatu, salah satunya adab dan akhlak yang dapat dijadikan pondasi bagi anak dalam berinteraksi dengan lingkungan mereka nantinya. Karena adab lebih penting daripada ilmu. Betapa banyak manusia sekarang yang berilmu namun tidak beradab.

Ada banyak macam adab, etika, dan akhlak yang dapat diajarkan pada anak. Misalnya adab dan akhlak kepada Allah SWT (tidak berlaku syirik), adab dan akhlak kepada Rasulullah (melaksanakan sunah-sunahnya), serta adab dan akhlak kepada sesama manusia.

3. Mengajarkan Ibadah

Memperkenalkan agama pada anak sedari dini adalah suatu hal yang penting. Ini dapat dilakukan dengan cara selalu menyertakan anak dalam kegiatan-kegiatan ibadah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 21 :

 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Artinya:

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah”(QS. Al-Ahzaab: 21).

Jika anak terbiasa beribadah sejak dini maka kebiasaan itu bisa terbawa sampai mereka tumbuh besar.

 

4. Bersikap Lemah Lembut Tapi Tegas

Orang tua perlu bersikap lembut dan mengasihi anak mereka namun adakalanya perlu juga bersikap tegas dalam mendidik anak.

Selain dituntut bisa menjadi pemimpin bagi anak, orang tua juga harus bisa menjadi teman yang penuh kasih sayang bagi anak-anak mereka. Misalnya mengajak bermain, bercanda, dan mencium sebagai bentuk kasih sayang, mendengarkan keluh kesah anak, mengobrol dari hati ke hati. Jangan jadi orang tua yang kaku dan keras, karena hal itu hanya akan membuat anak tidak nyaman berada di dekat orang tuanya sendiri. Dan hal tersebut dapat menyebabkan mereka mencari perlindungan di luar rumah yang belum tentu baik untuk dirinya.

5. Bersikap Adil

Orang tua harus bersikap adil kepada semua anak-anaknya. Terkadang, tak sedikit orang tua yang memiliki sikap yang berbeda pada salah satu atau sebagian anak dibandingkan anak-anak lainnya, baik dalam hal materi maupun non materi.

Padahal sikap seperti itu tidak mencerminkan atau tidak memberikan contoh yang baik pada anak sebab akan ada anak yang merasa tidak disayangi dan tersisihkan. Dikisahkan dari Nu’man bin Basyir, bahwa bapaknya (Basyir bin Sa’ad) telah memberikan seorang hamba sahaya, kemudian disampaikan kepada Rasulullah SAW.

Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Basyir: “Apakah seluruh anakmu engkau berikan sama seperti ini?” Basyir menjawab, “tidak.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Kembalikanlah!” (HR. Bukhari & Muslim).