Banyak orang tua yang ingin memiliki anak shaleh dan shalelah, sehingga dengan segala upaya mereka mengikuti berbagai macam kajian ilmu, seminar parenting, sampai menyekolahkan anak di tempat favorit dengan harganya fantastis karena fasilitas sekolah yang dianggap berkualitas.  

Mereka berpikir dengan menyekolahkan anak di tempat yang dianggap bagus dari segi agamanya, lantas orang tua merasa urusan dalam mendidik anak sudah selesai. Yang penting mereka bekerja keras agar mendapat banyak uang sehingga bisa menyekolahkan anak-anak di tempat favorit.

Seiring berjalannya waktu ketika anak tumbuh dewasa, justru mereka malah menjadi sosok yang jauh dari harapan orang tua. Seperti susah dinasihati, menjadi pribadi yang lalai terhadap ibadah, waktu, dan kehidupan sosial.  Bahkan tak sedikit yang terjerumus dalam pergaulan bebas sehingga makin menjauhkan mereka dari ajaran agama sebagaimana yang didapatkan ketika masih belajar di bangku sekolah.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Adakah yagn salah dari pihak orang tua? Bukankah orang tua merasa sudah sangat bekerja keras mencari uang agar bisa menyekolahkan anak-anaknya ke tempat yang dianggap cukup ilmu agamanya?

Ternyata, ada hal fatal yang dilupakan oleh orang tua sendiri yaitu keteladanan dalam mengambil alih peran sebagai orang tua yang sebenar-benarnya. Sering kali kita sebagai orang tua hanya menyuruh anak untuk beribadah, mengaji, dan lain sebagainya tanpa memberikan contoh atau teladan secara langsung kepada mereka.

Padahal contoh nyata keteladanan yang baik dibutuhkan oleh anak secara langsung. Mereka akan meniru apa yang dilihatnya, bukan menuruti apa yang diperintahkan oleh orang tua tanpa memberikan contoh secara langsung.

Bukan lantas kita sebagai orang tua sudah merasa memberikan fasilitas yang baik bagi anak lalu menyerahkan segala urusan pendidikan kepada pihak selolah. Padahal kelak di akhirat yang akan dimintai pertanggung jawaban terhadap anak adalah orang tuanya, bukan pihak sekolah.

Mulai sekarang, beri mereka contoh nyata keteladanan yang baik, seperti sebelum orang tua menyuruh anak agar mau sholat dan mengaji, orang tuanya dulu yang memulai. Perlahan si anak akan meniru apa yang dilihat secara langsung dari orang tuanya.

Contoh kecil saja, jika ketika masih kecil sang anak diajarkan agar rajin bersedekah, orang tua tidak cukup jika hanya menyuruh mereka bersedekah. Langsung praktekan, ajak mereka bersedekah, libatkan mereka misal dalam pembagian santunan, amal, atau hal lainnya.

Setelah orang tua dirasa cukup memberikan pondasi yang baik kepada anak dari segi akidah, ibadah, sosial, mental, pola pikir, dan hal lainnya barulah carikan mereka lingkungan dan sekolah yang baik untuk tumbuh kembangnya, sehingga kelak mereka menjadi pribadi yang sesuai dengan harapan orang tua.

Dan yang terpenting, jangan pernah putus dalam mendoakan kebaikan untuk anak. Karena doa orang tua adalah sebaik-baik perlindungan terhadap anak.

Jangan harap anak bisa menjadi sholeh jika tidak diawali dari keshalehan orang tua. Jika merasa belum shaleh, belajarlah. Asal ada kemauan, disitu akan ada jalan. Karena keshalehan orang tua adalah penjagaan terbaik untuk anak.