Siapa yang tak ingin mampu menghafal Al Qur’an secara sempurna hingga 30 juz?

Setiap muslim sejati, pasti ada terbesit cita-cita di dalam hatinya ingin menjadi seorang hafidz atau hafidzah yang mutqin (kuat hafalannya)

Menghafal Al-Qur’an merupakan tugas suci dan mulia di sisi Allah SWT. Karena disamping dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan sang pencipta melalui kalam-Nya. Juga merupakan upaya memelihara kemurnian Al-Qur’an Karim.

Namun untuk mencapai tujuan mulia tersebut membutuhkan perjuangan yang sangat gigih dan tangguh baik lahir maupun batin. Hal ini disebabkan jumlah ayatnya yang cukup banyak ditambah lagi ayat-ayat yang serupa tapi tidak sama, disamping itu pula banyak cobaan dan godaan yang apabila tidak sabar menghadapinya akan mengakibatkan kefatalan, sehingga tidak heran banyak penghafal Al-Qur’an yang kandas ditengah jalan.

Tetapi disisi lain apabila dihayati di dalam menghafal Al-Qur’an terdapat kenikmatan tersendiri yang tak terhitung nilainya. Dikarenakan rangkaian kalimat-kalimatnya yang begitu indah dan mengagumkan sehingga Al Qur’an cepat dihafal tidak seperti kitab-kitab yang lain.

Maka benarlah firman Allah yang berbunyi :

 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

 

Artinya : Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Q.S. Al-Qamar : 17)

 

Oleh karena itu kepada pencinta Al-Qur’an yang mempunyai ‘azam atau keinginan mengikuti progam Tahfidz tidak perlu was-was dan hawatir kerena anugerah Allah akan diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki.

Untuk menempuh tujuan suci tersebut ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan sebagai berikut karena menghafal Al Qur’an perlu persiapan khusus seperti :

  1. Membersihkan hati dari segala tujuan yang tidak baik (duniawi)
  2. Kemauan yang tinggi (Himmah ‘Aliah)
  3. Memperbanyak membaca Al-Qur’an dengan tartil
  4. Memperbaiki bacaan yang masih belum sempurna
  5. Mencari guru yang ahli
  6. Meminta do’a restu orang tua dan guru

Lalu bagaimana cara menghafal dan menyetor hafalan baru?

Bagi penghafal yang hendak menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an terlebih dahulu harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Harus berwudlu terlebih dahulu dan berusaha menjaga diri dari hadats kecil maupun besar selama menghafal.
  2. Memperhatikan kembali ayat-ayat yang akan dihafalkan agar tidak terjadi salah hafal (salah pribadi) dan alangkah baiknya dipelajari maknanya.
  3. Dihafalkan kalimat demi kalimat sehingga sampurna satu ayat.
  4. Apabila sudah hafal satu ayat sebaiknya diperhatikan lagi kalimat dan huruf-hurufnya sehingga apabila benar dan yakin tidak terdapat kesalahan, maka disambung dengan ayat berikutnya.
  5. Apabila bacaannya sudah sampurna dan mantap maka disimakkan atau disetorkan kehadapan guru.
  6. Usahakan menambah hafalan setiap hari dengan istiqomah sesusai kemampuan.
  7. Menghafalkan dengan keadaan tenang dan bacaan yang tartil.

 

“Perhatikan ayat-ayat yang mirip atau serupa.”

 

Setelah menghafal, tentunya harus selalu dijaga. Bagaimana cara memelihara ayat-ayat Al Qur’an yang sudah kita hafal?

  1. Meninggalkan ma’siat baik dhahir maupun batin dan apabila terlanjur melakukannya banyaklalah membaca istigfar.
  2. Selalu bersikap hormat terhadap Al-Qur’an baik lahir maupun batin.
  3. Memperbanyak takrir (mengulang) hafalan dengan cara sekurang-kurangnya 3-5 juz dalam setiap harinya untuk hafalan yang lama. Untuk hafalan yang baru diulang-ulang 5 sampai 10 kali selama tiga hari.
  4. Melakukan mudarasah dengan dua/tiga orang membaca dengan bergantian, apabila yang satu membaca maka yang lain menyimak dan begitu seterusnya dengan target setidak-tidaknya setengah juz setiap malam.
  5. Muraja’ah (mengulang) bacaan di hadapan guru setiap hari minimal setengah juz dengan murattal.
  6. Menghindari hal-hal yang menggagu hafalan seperti bergurau, bercanda yang berlebihan.
  7. tidak boleh bergonta ganti mushaf Al-Qur’an yang letak ayatnya tidak sama, sebab akan mengaburkan hafalan.
  8. Apabila ditengah-tengah membaca terdapat keraguan baik menyangkut huruf, atau kalimah, yang disebabakan kemiripan atau lupa (nisyan) maka segeralah diselasaikan dengan cara merujuk pada mushaf.
  9. Dengan memuraja’ah didalam sholat.
  10. Bagi yang sudah hatam 30 juz seharusnya bisa meluangkan waktunya setiap hari untuk membaca Al-Qur’an minimal satu juz atau mengikuti kebiasaan Assalafus Shaleh yaitu :
  1. Hari jum’at (hari 1) dari surah Al-Fatihah – surah An-Nisa’ habis
  2. Hari sabtu (hari 2) dari surah Al-Ma’idah – surah At-Taubah habis.
  3. Hari ahad (hari 3) dari surah Yunus – surah An-Nahl habis.
  4. Hari senin (hari 4) dari surah Bani Isra’il – surah Al-Furqon habis.
  5. Hari selasa (hari 5) dari surah Asy-Syu’ara’ – surah Yasin habis.
  6. Hari rabu (hari 6) dari surah Washshofat – surah Al-Hujurat habis.
  7. Hari kamis (hari 7) dari surah Qof – surah An-Nas.

 

“Memelihara hafalan jauh lebih sulit daripada menambah hafalan”