Andakah seorang muslim yang juga ingin hafal Al Qur’an? Sungguh cita-cita yang mulia. Tua, muda, kaya, miskin semua ingin menjadi bagian dari keluarga Allah di dunia dengan menjadi penghafal Al Qur’an. Begitu banyak keutamaan yang didapatkan dengan menghafal Al Qur’an.

Namun dibalik itu semua, cobaan yang Allah berikan kepada para pejuang Qur’an juga tidaklah mudah. Oleh karenanya, sebelum menghafal Al Qur’an perlu persiapan-persiapan khusus agar ke depannya berjalan dengan lancar.

Lalu, apa saja yang hal-hal yang perlu dipersiapkan? Berikut ulasannya.

  1. Persiapan (Isti’dad)

Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar. Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal seperti :

  • Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara perlahan (tidak perlu langsung dihafal secara mendalam)
  • Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang dan konsentrasi. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal di luar kepala.

 

  1. Pengesahan (Tashih/setor)

Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat satu halaman tersebut, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan kepada ustadz/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustadz, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut :

– Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)

– Memperbaiki kemudian mengulang kembali sampai dianggap benar oleh ustadz

– Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan.

 

  1. Pengulangan (Muroja’ah/Penjagaan)

Setelah hafalan disetorkan jangan meninggalkan tempat (majelis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustadz/ustadzah) sampai ustadz benar-benar mengijinkannya.

Teruslah istiqomah setiap hari dalam mempersiapkan, menambah hafalan, dan menyetorkannya kepada ustadz/ustadzah.

Namun, selain itu ada syarat utama yang harus dilakukan agar proses menghafal Al Qur’an itu berjalan dengan mudah.

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT
  2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba-hamba pilihan-Nya yang menjaga al-qur’an
  3. Istiqomah sampai ajal menjemput
  4. Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar (tajwid dan makharijal huruf)
  5. Adanya seorang pembimbing dari ustadz/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah)
  6. Minimal sudah pernah khatam al-qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali)
  7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok)
  8. Menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu memahami ayat-ayat yang akan dihafal.

 

Alhamdulillah dengan melakukan semua itu secara istiqomah, hafalan para santri penghafal All Qur’an kian hari makin bertambah. Tentunya semua proses yang dijalankan tidaklah mudah, namun dengan kesabaran dan berkat pertolongan Allah Swt semua bisa berjalan dengan lancar.