Mungkin Anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang ingin menghafal Al Qur’an namun bingung dengan metode yang akan digunakan. Terlalu lama berpikir dalam kebingungan, hanya akan membuat niat mulia Anda menghafal al Qur’an menjadi tidak terlaksana.

Yuk simak penjelasan beberapa metode menghafal Al Qur’an berikut, lalu silahkan pilih dan gunakan metode menghafal Al Qur’an yang menurut Anda paling nyaman

A. Sistem Fardhi

Ikuti langkah ini dengan tartib (urut):

  1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang
  2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati
  3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat tempatnya
  4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)
  5. Kemudian baca ayat-ayat tersebut dengan suara keras (posisi mata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)
  6. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal
  7. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)
  8. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat
  9. Gabungkan ayat-ayat yang sudah dihafal

 

Setelah Anda hafal ayat pertama dan kedua, jangan pindah dulu pada ayat ketiga. Akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi
  2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang
  3. Ulangi kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar-benar kuat.

 

Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan

  1. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang
  2. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup), begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/juz sebelumya.

 

B. SISTEM JAMA’I

Sistem ini menggunakan metode membaca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:

  1. Bersama-sama membaca dengan keras
  2. Bergantian membaca ayat-ayat dengan jahri. Ketika partnernya membaca jahri, maka dia harus membaca dengan khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian.

 

Ulasan detailnya adalah sebagai berikut :

A. Persiapan :

  1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustadz/ustadzah
  2. Ustadz/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta
  3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya ayat baru dan ayat lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah
  4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk menyetorkan hafalan baru dan muroja’ah hafalan lama

 

B. Setoran ke ustadz / ustadzah :

  1. Muroja’ah 5 halaman dibaca secara bergantian. Muroja’ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) ke arah halaman lama.
  2. Setor hafalan baru
  3. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama-sama
  4. Bergiliran membaca ayat yang dihafal dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua       dimulai dari sebelah kiri.
  5. Membaca bersama-sama lagi  hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi
  6. Muroja’ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan.

 

Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustadz wajib menggabungkannya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama. Jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain, maka ustadz hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.

C. Muroja’ah di tempat :

  1. Kembali ke tempat semula.
  2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja’ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran
  3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya
  4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustadz/ustadzah.

 

Ada kelebihan tersendiri dengan metode menghafal Al Qur’an yang dilakukan secara jama’i, di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Cepat menguasai bacaan al-qur’an dengan benar
  2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika mebaca al-qur’an di depan orang lain
  3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca
  4. Mengurangi beban berat menghafal al-qur’an
  5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik
  6. Menguatkan hafalan lama dan baru
  7. Semangat muroja’ah dan menambah hafalan baru
  8. Meringankan beban ustadz dalam mengajar Al Qur’an
  9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan al-qur’an
  10. Mampu berda’wah dengan hikmah wa al-mau’idhah al-hasanah
  11. Siap untuk dites dengan sistem acakan
  12. Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan

Silahkan gunakan metode yang menurut Anda nyaman, semoga kita semua dipermudah dalam menghafal Al Qur’an dan mampu menjaganya hingga akhir hayat.