Birrul Walidain atau berbakti kepada kedua orang tua merupakan suatu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, meski orang tua dalam keadaan musyrik.

Kenapa kita sebagai anak harus berbakti kepada kedua orang tua? Berikut beberapa keutamannya :

1. Amalan yang Utama dan Dicintai Allah

Dalam sebuah hadist Rasulullah menyampaikan bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan amalan yang paling utama dan dicintai oleh Allah Swt. Sebagaimana disebutkan dalam suatu riwayat dari Abdullah bin Mas’ud r.a.,

Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Amalan apakah yang paling afdhal?” Rasul menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab lagi, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi kembali, “Kemudian apa lagi?” “Kemudian jihad fii sabilillah.” Beliau menjawab demikian.

Kemudian aku terdiam dan tidak lagi bertanya kepada Rasulullah Saw. Andaikan aku meminta tambahan, maka beliau akan menambahkan kepadaku.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi).

2. Diberi Umur Panjang dan Kemudahan Rezeki

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambah rezekinya, maha hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturrahim (kekerabatan).” (HR. Ahmad).

3. Ridha Allah Ada pada Ridha Kedua Orang Tua

Seorang anak yang membuat orang tuanya ridho atas dirinya, dapat membuat mereka senang dan bahagia. Dari situ Allah pun ridho kepada anak tersebut. Abdullah bin Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Ridha Rabb tergantung ridha orang tua, dan murka Allah tergantung murka orang tua”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

4. Mudah Dikabulkannya Doa

Anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, doanya akan mudah dikabulkan. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Ada tiga doa yang mustajab dalam doa dan tidak ada keraguan akan hal itu yaitu doa orang yang terdzalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk kebaikan  anaknya.” (HR. Ibnu Majah)

5. Tetap Wajib Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Meskipun Mereka Kafir atau Musyrik

Asma binti Abu Bakar r.a pernah bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, ibuku datang kepadaku namun masih enggan masuk Islam, apakah saya tetap menyambung hubungan dengannya?” Rasul bersabda, “Iya, sambunglah sambunglah hubungan (silaturrahim dengannya).” (HR. Bukhari, Muslim,Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Hibban).

Sebagaimana dalam surat Luqman ayat 15.

وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَى أَن تُشْرِكَ بِي مَالَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Belajar dan menghafal Al Quran juga termasuk bakti kepada kedua orang tua. Perjuangan melelahkan mempelajari ayat-ayat Allah mendapat balasan indah dari Allah Swt yaitu mahkota untuk kedua orang tua di syurga kelak. Seperti yang dilakukan oleh para santri cilik penghafal Al Qur’an di Pesantren Tahfidz Qoiman Qurroul Qur’an, Cinere – Depok. Berikut beberapa rangakian kegiatan mereka di youtube klik Vidio Tahfidz Cilik.