Tahukah Anda bahwa seseorang masuk surga bukan karena beratnya timbangan pahala yang mereka kumpulkan semasa hidup di dunia, melainkan semata-mata karena rahmat Allah Swt.

Sampai-sampai ada sebab hanya karena suatu amalan ringan dapat menyebabkan seseorang sampai masuk surga. Apakah itu?

Ialah menyingkirkan halangan di jalan tempat orang berlalu lalang baik itu berupa kayu, batu, atau duri.

Karena dengan melakukan hal mudah seperti menyingkirkan kerikil-kerikil tersebut dapat menjauhkan orang lain dari marabahaya seperti terjatuh, tersandung, bahkan terkilir.

Nampaknya sepele sekali, kan? Namanya juga amalan ringan, mengerjakannya pun ringan tidak perlu tenaga besar, asal ada kemauan dari dalam diri.

Sebagaimana yang disebutkan dalam shahih Al-Bukhari,

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih, atau enam puluh cabang lebih. Yang paling utama yaitu perkataan laa ilaaha illallah, dan yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu itu termasuk bagian dari iman’.”

Dalam hadits lain juga disebutkan:

“Telah mengatakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah, telah mengatakan kepada kami Ubaidulloh, telah mengatakan kepada kami Syaiban dari A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dari Nabi Shalallohu ‘alaihi wa Sallam beliau bersabda : “Sungguh aku telah melihat laki-laki di Surga mondar-mandir karena sebuah pohon yang melintang di jalan yang mengganggu manusia.” Lafaz Bukhari adalah sebagaimana berikut :

Ketika ada seorang laki-laki sedang berjalan ia menemukan dahan pohon berduri di tengah jalan, lantas ia menyingkirkannya, maka Allah berterimakasih kepadanya dan mengampuninya.”

Riwayat Muslim menyebutkan:

Telah menceritakan kepada kami (Abdullah bin Muhammad bin Asma’ adh-Dhuba’i) dan (Syaiban bin Farrukh) keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami (Mahdi bin Maimun) telah menceritakan kepada kami (Washil, maula Abu Uyainah) dari (Yahya bin Uqail) dari (Yahya bin Ya’mar) dari (Abu al-Aswad ad-Diliyyi) dari (Abu Dzar) dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam, “Dipaparkan kepadaku segala amal umatku, yang baik dan yang buruk. Maka aku mendapatkan di antara kebaikan amal umatku adalah membuang rintangan yang mengganggu di jalanan. Dan aku mendapatkan dalam amal jelek umatku adalah meludah di masjid tanpa dipendam.

Sebaliknya, jika seseorang mengganggu orang yang beriman baik perempuan dan laki-laki maka mereka akan menanggung dosanya. Sebagaimana dalam firman Allah SWT surat Al Ahzab ayat 58 :

 

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَااكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”

Yuk, mari kita senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan meski sekecil apapun itu seperti menyingkirkan batu, duri, atau kayu yang menjadi penghalang di jalan.

Karena sekecil apapun amalan kita, akan tetap diperhitungkan baik maupun buruk.