Tahukah Anda bahwa pada masa Rasulullah Saw banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan ramadhan. Apa sajakah itu?

Pertama, Perang Badar yang terjadi pada 17 ramadhan tahun ke-2 Hiriyah. Peperangan antara kamu muslimin dengan kaum kafir Quraisy, dimana pada saat itu ummat muslim berperang dalam keadaan berpuasa. Menahan lapar dan haus, serta tempaan fisik yang begitu luar biasa. Namun mereka tetap dapat bertahan hingga meraih kemenangan melawan kaum kafir Quraisy. Jikalah bukan karena keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, tentunya ummat muslim tidak akan berdaya berperang di tengah kondisi fisik yang sedang berpuasa.

Kedua, Fathu Makkahatau penaklukkan Makkah. Peristiwa ini terjadi pada 10 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah. Yang disebabkan karena efek dari ingkarnya kaum kafir Quraisy terhadap perjanjian Hudaibiyah yang disepakati bersama Rasulullah SAW.

Perjanjian Hudaibiyah merupakan upaya diplomasi Rasulullah SAW untuk meredakan ketegangan antara umat Islam dengan kaum musyrikin Quraisy. Sebagaimana diketahui dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad di Mekah mendapat pertentangan sejak awal.

Kaum kafir Quraisy begitu gencar mengintimidasi kaum muslimim hingga menegharuskan Rasulullah dan para pengikutnya untuk hijrah demi keselamatan. Setelah posisi Islam mulai kuat, pada tahun ke-6 Hijriah Nabi Muhammad berkeinginan untuk pergi ke Mekah.

Tujuannya bukanlah untuk berperang, melainkan melaksanakan ibadah umrah. Namun niat beliau dihalang-halangi oleh kaum kafir Quraisy. Inilah yang kemudian menjadi latar belakang lahirnya perjanjian Hudaibiyah.

Peristiwa ini memberikan hikmah bagi kaum muslimin yang ketika itu sedang menjalankan ibadah puasa. Bahwa bulan ramadhan adalah ajang melatih kesabaran jiwa. Oleh karenanya hasil dari buah kesabaran Rasulullah Saw dan para sahabat, mereka bisa kembali ke Makkah untuk melakukan umroh.

Ketiga, wafatnya insan-insan terkasih Rasulullah SAW, seperti istri tercinta (Khadijah al Kubro ra, Fatimah al Zahrah ra, dan Ruqayyah ra). Semua ini adalah ujian kesabaran bagi setiap diri manusia. Dimana setiap muslim harus ikhlas dalam menjalani setiap fase ujian dalam kehidupannya.

Sebagaimana ibadah puasa yang di dalamnya penuh konsekwensi ujian lahir dan batin hingga kita menemukan dua kebahagian, yaitu bahagia saat berbuka puasa, dan bahagia saat bertemu Allah kelak di surga..

Keempat, Nuzulul Quran. Peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadhan tahun 610 Masehi. Merupakan peristiwa hebat yang menunjukkan bahwa tidak ada amal terbaik di bulan Ramadhan kecuali mengkhatamkan Alquran, bahkan para alim ulama mazahib menghentikan sementara majelis ilmunya untuk mengkhatamkan Alquran di bulan Ramadhan. 

Setidaknya malam nuzulul quran patut dijadikan semangat mengkhatamkan Alquran untuk meraih gelar ‘al hal wa al murtahal‘ yaitu gelar yang disematkan Rasulullah saw pada mereka yang senantiasa gemar mengkhatamkan Alquran dari Al-Fatihah sampai An-Naas. 

Kelima, Lailatul Qadar. Peristiwa ini adalah malam yang terbaik dari semua malam, karena malam ini menjadi malam diturunkannya Alquran.

Malam yang dinanti oleh para kaum muslimin yang berpuasa karena memiliki keistimewaan dibanding dengan malam-malam lainnya yang hanya terjadi selama bulan Ramadhan. 

10 hari terakhir yang diyakini menjadi turunnya Lailatul Qadar menjadi semangat tersendiri bagi orang-orang yang berpuasa untuk meningkatkan ibadah di akhir ramadhan.

Wallahu a’lam