Sudah sebanyak apakah amal kita di dunia untuk bekal di akhirat kelak? Atau hanya biasa-biasa sajakah kita mempersiapkan kehidupan kekal nan abadi setelah kehidupan di dunia ini?

Pernahkah kita mendengar cerita dari orang-orang yang sudah meninggal? Sering kali masyarakat membicarakan perangai seseorang, ketika yang bersangkutan telah tiada. Jika yang dibicarakan adalah tentang kebaikan-kebaikannya, insya allah dia adalah orang yang baik dan mempunyai akhir kehidupan yang baik pula. Namun jika yang dibicarakan adalah hal-hal buruk, kemungkinan orang tersebut bukanlah orang yang baik selama ia hidup.

Lalu bagaimana dengan kita? Mau menjadikan akhir kehidupan di dunia ini sebagai pribadi yang baik atau sebaliknya?

Untuk menjadi pribadi yang baik sesuai yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya, perlu kerja keras dan usaha yang tidak biasa-biasa saja. Bukankah syurga Allah perlu dibayar dengan sesuatu yang mahal? Bukankah jalan masuk ke sana harus dengan pengorbanan dan segudang amal shaleh yang kita lakukan selama di dunia?

Lalu, amal jariyah apa saja yang dapat kita lakukan agar mendapatkan pahala yang tak terputus setelah meninggal dunia? Berikut ulasannya.

 

  1. Mengajarkan Ilmu yang Bermanfaat

Kita sudah sering mendengar tentang mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Dengan mengajarkan ilmu (agama) yang bermanfaat untuk orang lain, dapat mendorong seseorang tersebut agar senantiasa berada di jalan Allah SWT. sebagaimana yang disampaikan dalam sebuah hadits :

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholeh”. (HR. Muslim)

 

  1. Sedekah Makanan dan Minuman

Jenis amalan lain adalah memberi makanan dan minuman kepada orang yang membutuhkan.

Sebaik-baik sedekah adalah memberi air minum.

Pahala memberi makan kepada orang lain juga disabdakan Nabi, yang dicatat dalam Ash-Shahihain, yaitu:

Engkau beri makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal.”

 

  1. Membangun Panti Asuhan

Mendirikan panti asukan merupakan amalan mulia yang pahalanya tak terputus. Sedangkan anak yatim merupakan kaum yang dimuliakan Allah sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an :

 

…وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim,….” (QS. An Nisaa : 36)

 

  1. Membuat Sumur untuk Orang banyak

Amalan selanjutnya adalah menggalikan sumur atau menyediakan sumber air bersih yang dapat dialirkan kepada banyak orang, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.

Apabila sumur atau sumber air bersih itu tetap mengalir dan menjadi manfaat bagi orang lain, maka pahala dari amalan itu tidak akan terputus bagi orang yang telah membuatnya.

 

  1. Sedekah Berupa Harta

Bentuk amalan ini juga akan membuat kita menerima pahala yang tak terputus, selama apa yang disedekahkan terus memberi manfaat bagi orang lain.

Sebagai contoh, sedekah jariyah dalam bentuk membagikan sebagian harta untuk membantu mendirikan masjid, sekolah, jembatan, dan lainnya yang dapat membawa manfaat bagi banyak orang.

 

  1. Mendidik Anak Menjadi Shaleh

Jika ingin mendapatkan pahala yang terus mengalir sampai setelah wafat, didiklah anak menjadi seseorang yang shaleh dan shalehah.

Anak yang saleh akan senantiasa mendoakan orang tuanya, baik semasa ayah-ibunya masih hidup ataupun ketika sudah meninggal.

 

  1. Mewariskan Mushaf Al Qur’an

Amalan ini dapat dilakukan dengan cara mewariskan Al-Qur’an ke masjid-masjid atau majelis-majelis taklim, sehingga dapat terus dimanfaatkan oleh kaum muslimin yang lain.

Baik itu dicetak sendiri ataupun dibeli di toko, wakafkanlah Al-Qur’an sebagai bentuk amal jariyah yang akan mendatangkan pahala yang tak akan terputus bahkan setelah meninggal.

Yuk, mari kita berlomba-lomba mengerjakan sebanyak-banyaknya amal shaleh untuk bekal kehidupan di akhirat kelak.