Betapa banyaknya pasangan di dunia ini yang belum dikarunia amanah oleh Allah berupa seorang anak. Mereka terus berjuang dengan berbagai cara, bekerja keras bahkan rela mengeluarkan biaya hingga ratusan juta rupiah untuk melakukan berbagai treatment hingga Allah tiupkan ruh pada rahim seorang calon ibu.

Namun di sisi lain, banyak pula orang tua yang tidak mensyukuri atas keberadaan anak-anak yang sudah Allah titipkan kepada mereka. Dengan menyia-nyiakan atau hanya sekedar menghakimi mereka karena tidak sesuai dengan harapan orang tua.

Contoh nyatanya bisa kita lihat di masa pandemi ini, ketika anak-anak beralih tempat proses belajarnya dari yang awalnya di sekolah menjadi di rumah via online.

Banyak orang tua mengeluhkan merasa kesulitan mendampingi mereka ketika belajar online, bahkan tak jarang yang emosi menghadapi berbagai tingkah pola anak-anak ketika belajar di rumah.

Padahal setiap anak memiliki kemampuan dan cara belajar yang berbeda. Mungkin

orang tua yang emosi ketika mendampingi anak-anak belajar adalah adalah karena kurangnya ilmu. Terutama ilmu tentang karakter anak yang berbeda-beda.

Yuk simak berbagai tipe gaya belajar anak, agar kita sebagai orang tua bisa lebih mengerti dan memahami mereka pada saat belajar online di rumah. Dan pada akhirnya kita pun dengan senang hati bisa mendampingi tumbuh kembang anak dalam proses belajarnya.

1. Gaya Belajar Auditori

Anak tipe auditori akan belajar dengan cara mendengar, mereka akan lebih memahami suatu pelajaran dengan mendengarkannya. Mereka juga akan mudah mengingat dan memahami konsep baru yang dijelaskan oleh gurunya.

Ciri anak yang belajar dengan tipe auditori yaitu :

  • Dapat mudah menghafal lirik lagu yang mereka dengarkan
  • Meminta penjelasan ulang jika mereka masih kurang memahami suatu informasi
  • Senang membaca dengan suara yang lantang
  • Senang dibacakan daripada membaca sendiri

Agar mereka lebih berkembang, berikut cara mengembangkan potensinya

  • Belajar membaca menggunakan audiobooks dan ajak anak untuk sambil mengikutinya
  • Dorong anak untuk membaca dengan lantang ketika sedang belajar
  • Ajak diskusi ketika anak mengenal konsep baru sehingga memicunya untuk berpikir
  • Sarankan untuk mengubahnya jadi sebuah lagu ketika anak ingin menghafal pelajaran
  • Berikan ketenangan ketika belajar karena ia mudah terdistraksi dengan suara yang bising

2. Gaya Belajar Visual

Anak tipe visual lebih menyukai belajar dengan konsep gambar, vidio, dan buku bacaan yang lebih dominan gambarnya.

Mereka dapat memperoleh informasi dari tugas membaca, menulis catatan, video, dan alat visual lainnya.

Ciri anak dengan gaya belajar visual:

  • Anak dengan gaya belajar visual senang duduk di kursi terdepan agar mudah melihat apa yang ditulis dan didemonstrasikan guru
  • Senang dengan warna-warna terang dan kerap mengisi kamarnya dengan poster-poster
  • Cepat menghafal dalam sekali membaca
  • Meminta untuk ditunjukkan ketika memahami konsep baru

Cara mengembangkan anak dengan gaya belajar visual:

  • Asupi anak dengan buku-buku
  • Anak dengan gaya belajar visual sering memvisualisasikan apa yang ia pelajari.
  • Berikan highlighters (stabilo) untuk digunakannya ketika sedang membaca dan menghafal
  • Pilih buku yang di dalamnya terdapat visual-visual yang menarik

3. Gaya Belajar Kinestetik

Cara terbaik anak kinestetik dalam menyerap informasi yaitu dengan sentuhan atau gerakan. Kinestetik merujuk pada aktivitas fisik. Jadi, anak kinestetik dapat memahami dengan baik apabila menyentuhnya, merasakannya, atau menggerakannya.

Ciri anak dengan gaya belajar kinestetik:

  • Anak senang dengan bangunan-bangunan dan display yang ada di museum
  • Ia gemar bereksperimen, akting, dan melakukan demonstrasi
  • Ia aktif bergerak seperti berolahrga dan menari
  • Ia senang dengan buku-buku pop-up atau buku bertekstur yang dapat ia sentuh

Cara mengembangkan anak dengan gaya belajar kinestetik:

  • Ketika belajar membaca, berikan mainan huruf-huruf yang moveable sehingga ia cepat menghafal
  • Asupi anak dengan kegiatan fisik seperti bersepeda, berenang, dan lain sebagainya
  • Ajak anak ikut ekstrakulikuler agar lebih mengeksplor materi yang bersifat eksperimen.

Nah ini bisa diterapkan juga kepada anak-anak yang sedang menghafal Al Qur’an, metode mana yang tepat untuk anak sesuai dengan karakternya.

Karena setiap perbedaan yang Allah ciptakan tentunya terdapat banyak hikmah di dalamnya. Ajarkan anak agar cinta kepada Al Qur’an sesuai dengan karakternya.