Segala kejadian yang ada di alam ini tentunya atas kehendak Allah, seperti halnya tidak ada satu daun pun yang gugur melainkan atas izin-Nya, pun dengan fenomena alam gerhana matahari yang terjadi di bumi kita dan dapat disaksikan di sebagian wilayah negara Indonesia.

Gerhana matahari pada tanggal 26 Desember 2019 atau 29 Rabiul Akhir 1441 H yang dimulai sejak pukul 10.45 WIB hingga 14.30 WIB merupakan fenomena alam yang sudah ada sejak dahulu yang merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Swt. Dan kita sebagai manusia diharapkan dapat bersyukur serta senantiasa berdzikir kepada-Nya.

Lalu apa saja hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa menakjubkan ini? Ada beberapa hikmah yang dapat kita rasakan dari kejadian gerhana matahari ini, yaitu :

Mengutip dari buku Meneladani Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah karya Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, diceritakan dari riwayat Aisyah, bahwa pada masa Rasulullah SAW pernah pula terjadi gerhana matahari. Kemudian beliau mengerjakan shalat sunah bersama orang-orang. Rasulullah shalat sambil berdiri dan memanjangkan waktu berdirinya, lalu beliau rukuk dan memanjangkan pula rukuknya.

Kemudian, beliau SAW berdiri kembali (bangkit dari rukuknya) dan memanjangkan berdirinya. Hanya saja, pada ruku’ selanjutnya tidak terlalu panjang seperti ruku’ pertama. Kemudian, beliau bersujud dan memanjangkan sujudnya dan melakukannya hingga dua rakaat.

Setelah itu, Nabi menyaksikan matahari yang telah muncul kembali. Sesudah itu, beliau memberikan khutbah di depan orang banyak dan memanjatkan pujian kepada Allah Swt.

Diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim, bahwasannya saat itu Nabi SAW bersabda,

“Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut, hendaklah kalian berdoa kepada Allah, bertakbir, shalat, dan bersedekah.”

Mengetahui hadist di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kejadian gerhana baik itu matahari maupun bulan, seharusnya dapat menambah keimanan dan ketakawaan kita atas kuasa Allah Swt dengan memperbanyak berdoa, sholat, berdzikir, dan bersedekah. Hikmah lain yang dapat kita renungkan adalah :

 

  1. Mengingat akan kebesaran Allah

Kita masih diberi kesempatan untuk melihat dan menyaksikan gerhana secara langsung  adalah hal yang harus sangat disyukuri. Dengan begitu kita makin percaya atas kuasa Allah yang begitu besar karena dapat menciptakan gerhana matahari dengan segala pengaturannya yang Maha Dahsyat.

Bahkan fenomena gerhana juga sudah Allah sampaikan pada surah Al Qiyamah :

Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan (terjadilah gerhana), pada hari itu manusia berkata, “Kemana tempat lari?” Tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.” (AL Qiyamah : 7-12)

 

  1. Mempererat tali silaturahmi dan menambah kebaikan bagi sesama

Ketika gerhana terjadi, baik matahari maupun bulan, kita dianjurkan oleh Rasulullah Saw untuk melakukan sholat sunnah gerhana. Dengan menunaikan sholat sunnah gerhana secara berjamaah, otomatis akan menambah jalinan silaturrahim kita dengan saudara-saudara muslim lainnya.

Seperti yang dilakukan oleh para santri tahfidz Qoiman Qurroul Qur’an Cinere, Depok yang melaksanakan sholat sunnah gerhana matahari di aula pesantren.

   Sholat Sunnah Gerhana Matahari Pesantren             Qoiman Qurroul Qur’an, Cinere-Depok

 

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bi ‘Amr, dia berkata: “Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW, diserukan ‘Innasshalaati Jaami’atun’(shalat ini dikerjakan dengan berjamaah)”

Selain itu anjuran untuk bersedekah ketika terjadi fenomena gerhana juga dianjurkan oleh Rasulullah. Dengan bersedekah berarti kita sudah melakukan kebaikan untuk sesama. Jadi, ada banyak amalan kebaikan yang dapat kita lakukan ketika terjadi fenomena alam ini. Dengan begitu Insya Allah dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt.

 

  1. Tanda hari Kiamat

Salah satu tanda datangnya hari kiamat kelak adalah adanya fenomena gerhana matahari, sebagaimana yang diriwayatkan oleh hadist, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah SAW. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat.” (HR Muslim)

Jadi, apapun fenomena alam yang terjadi itu semua adalah atas kehendak Allah dan kita sebagai ummat manusia diharapkan dapat menjadikan kejadian tersebut untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita atas kemahabesaran Allah Swt.

Kelak, semua yang ada di alam ini akan musnah ketika hari kiamat tiba. Jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi karena tidak beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.