4. Mengajarkan Tauhid

Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. “Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengadzankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan adzan seperti adzan salat“. (HR. Tirmidzi).

5. Mengajarkan Puasa

Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.

Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.

6. Memberi Nama Panggilan yang Baik

Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orangtua demi masa depan buah hatinya.

Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan : “Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu” (HR Ibnu Majah).

7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan

Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, kisah Luqman Al Hakim, ashabul kahfi, sahabat nabi dan para tokoh muslim lainnya.

Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.

8. Membiasakan Ucapan Salam

Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkansalam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.

9. Membiasakan Bersikap Sederhana

Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.

Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.

Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.

Part 3 klik di sini