4. Mendidik anak dengan Al Quran

Yang terpenting adalah dapat mendidik anaknya apalagi anak laki-laki dengan Al Quran, karena dengan memahami dan mengerti akan isi makna dan kandungan Al Quran akan membuat seorang anak menjadi anak yang sholeh, sehingga akan membuat anak itu dapat menjaga diri dan hatinya sampai kelak nanti ada orang wanita yang sudah pantas untuknya. Jangan sampai anak laki-laki terjebak pada hal-hal yang buruk, apalagi sampai pada pergaulan bebas. Karena dapat dilihat bahwa anak laki-laki untuk pergaulan lebih mudah terpengharuh.

5. Menanamkan kebiasaan bersyukur

Salah satu cara mendidik anak laki laki agar senantiasa lembut hati dan bersahaja adalah dengan menanamkan kebiasaan bersyukur atas karunia Allah sejak dini. Kenalkan anak-anak kita kepada Allah dan segala pemberian-Nya yang tidak akan pernah bisa kita balas.

Selain dengan mengucap Alhamdulilah, mengajak dan membiasakan anak shalat malam adalah salah satu cara menanamkan kebiasaan bersyukur pada anak. Selain akan terbangun disiplin dan kebiasaan yang baik, secara perlahan anak akan semakin menganggap penting hakikat shalat malam.

6. Mengajarkan anak untuk berbakti kepada orang tua

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengajarkan kepada anak-anaknya tentang keutamaan berbakti kepada orang tua. Sebab anak durhaka dalam islam adalah perbuatan dosa besar.

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).